Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

October 25th, 2008 by indraq

Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
>
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Apabila dalam kehidupan kita merasa kotoran selalu tertuang kepada kita, segala macam tanah dan kotoran ( hinaan, cacian, fitnah, dll ). Cara untuk keluar dari ’sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan dan biarkan segalanya berlalu, segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ’sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan diri kita dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiran kita dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah

GUNCANGKANLAH !!!!

“Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !”
Kita tidak akan mengetahui apakah di detik, menit, jam, hari, minggu, dan tahun mendatang apakah kita masih diberi waktu oleh Allah SWT untuk menikmati hangatnya mentari pagi.

Zakat …

September 26th, 2008 by indraq

Hukum Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalathaji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.

Macam-Macam Zakat

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Zakat terbagi atas dua tipe yakni

  • Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
  • Zakat Maal (Zakat Harta), mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

Yang berhak menerima

  • Fakir - Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  • Miskin - Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
  • Amil - Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  • Muallaf - Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya
  • Hamba Sahaya yang ingin memerdekakan dirinya
  • Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya
  • Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)
  • Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

Yang tidak berhak menerima zakat[1]

  • Orang kaya. Rasulullah bersabda, “Tidak halal mengambil sedekah (zakat) bagi orang yang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan tenaga.” (HR Bukhari).
  • Hamba sahaya, karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya.
  • Keturunan Rasulullah. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya tidak halal bagi kami (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat).” (HR Muslim).
  • Orang yang dalam tanggungan yang berzakat, misalnya anak dan istri.
  • Orang kafir.

Beberapa Faedah Zakat[2]

Faedah Diniyah (segi agama)

  1. Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari Rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
  2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.
  3. Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Allah, yang artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS: Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits yang muttafaqalaih Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam” juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat ganda.
  4. Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah Muhammad SAW.

Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak)

  1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat.
  2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.
  3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
  4. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.

Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial Kemasyarakatan)

  1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.
  2. Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.
  3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.
  4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.
  5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.

Hikmah Zakat

Hikmah dari zakat antara lain:

  1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.
  2. Pilar amal jama’i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da’i yang berjuang dan berda’wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
  3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
  4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
  5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
  6. Untuk pengembangan potensi ummat
  7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
  8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.

Zakat dalam Al Qur’an

  • QS (2:43) (”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”.)
  • QS (9:35) (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”)
  • QS (6: 141) (Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan).

Riwayat nabi Musa as

August 3rd, 2008 by indraq

Telah diriwayatkan bahwa Nabi Musa as pernah bertanya kepada Tuhannya: ‘Ya Rabb, bagaimana saya bersyukur kepada Engkau?’ Rabbnya menjawab: ‘Ingatlah Aku dan janganlah kamu lupakan Aku. Jika kamu mengingat Aku sungguh kamu telah bersyukur kepadaKu. Namun, jika kamu melupakan Aku, kamu telah mengingkari nikmatKu’.” (Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, I/142).

IQRA’

September 2nd, 2007 by indraq

Iqra

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya (QS Al-’Alaq [96]: 1-5).”

Iqra’ terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah,mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak.

Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra‚ berarti bacalah, telitilah, dalamilah,ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman,sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak.Alhasil, objek perintah iqra‚ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.

Pengulangan perintah membaca dalam wahyu pertama ini bukan sekadar menunjukkan bahwa kecakapan membaca tidak akan diperoleh kecuali mengulang-ulang bacaan atau membacahendaknya dilakukan sampai mencapai batas maksimal kemampuan.Tetapi hal itu untuk mengisyaratkan bahwa mengulang-ulang bacaan bismi Rabbik (demi Allah] akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru, walaupun yang dibaca masih itu-itu juga. Demikian pesan yang dikandung Iqra’ wa rabbukal akram (Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah).

(WAWASAN AL-QURAN Dr. M. Quraish Shihab, M.A.)

Macem2

July 29th, 2007 by indraq

Curiousity creates Imagination …
Imagination creates Action …
Action creates Knowledge …
Knowledge creates Theories …
Theory creates Curiosity …

Follow your !heart … Don’t follow others

MAKE MUSIC NOT WAV

You can’t always get what you want, but if you try sometimes you’ll get what you need - Rolling Stones

Good grounding, = effective shielding, = low noise floor, = higher dynamic range, = good for you !

Pray first & enjoy the process … = Flawlessly works :)
I feel the more knowledge that we can pass on to the people around us, the higher quality of work that we can all do. - Charles Dye

Menulis

July 29th, 2007 by indraq

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer -”

I L M U

July 28th, 2007 by indraq

I L M U …

*Salah satu hak menuntut Ilmu,hendaklah pelajar itu ada kemuliaan(akhlak),ketenangan,ketakutan terhadap Allah,mengikut jejak langkah para salafussoleh dan hendaklah org yg ahli ilmu menjaga dirinya dari gurauan yg berlebihan krn dari salah satu adab org yg Alim(berilmu) beliau tidak ketawa kecuali senyum.

*Apabila seseorang itu memuji dirinya,maka hilanglah cahayanya.

*Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat tetapi ilmu itu adalah cahaya yang Allah letakkan dalam hati.

*Ilmu itu didatangi kpdnya dan tidak datang pd seseorang.

Imam Syafie:

*Aku mengadu kpd guruku Waqi’ akan kelemahanku menghafal,maka beliau pun menasihati supaya meninggalkan maksiat,krn Ilmu itu cahaya dan cahaya Allah itu tidak diberikan kpd org yg melakukan maksiat.

*Wahai saudaraku,tdk mendpt seseorg itu ilmu kecuali dgn enam perkara,akan aku menerangkan kpdmu dgn lebih lanjut lagi:kepandaian,tamak dgn ilmu,usaha,memiliki bekal(wang),teman,guru dan sepanjang zaman.

*Hendaklah kamu berilmu pengetahuan sebelum kamu menjadi ketua,sebab sesudah kamu menjadi ketua,tidak ada jalan lagi bagimu untuk mencari pengetahuan.

*Belajarlah dgn org yg lebih tahu dari kamu dan ajarlah org yg engkau lebih tahu darinya,jika kamu melakukan sedemikian,kamu akan ketahui apa yg kamu tidak tahu dan menghafaz apa yg kamu ketahui.

*Barang siapa belajar alQur’an maka ia akan agung dipandangan manusia,brgsiapa yg belajar hadis akan kuat hujjahnya,brgsiapa yg belajar nahwu maka dia akan dicari,brgsiapa yg belajar bahasa arab akan lembut tabiatnya,brgsiapa yg belajar ilmu hitung(Maths) akan banyak fikirannya,brgsiapa belajar fiqih akan tinggi kedudukannya,brgsiapa yg tidak mampu menahan dirinya maka tidak bermanfaat ilmunya dan inti dari itu semua adalah taqwa.

*Barangsiapa menghendaki akhirat wajib baginya ikhlas pada ilmu

Muaz ibn Jabal:

Pelajarilah Ilmu krn sesungguhnya mempelajarinya krn Allah adalah tanda takut kpdNya dan menuntutnya adalah ibdah,mengulangkajinya adalah tasbih,mencarinya adalah jihad,mengajarkan kpd yg tdk tahu adalah sedekah.

Sufyan Ibn Uyainah:

*Syarat bagi ilmu yg benar ialah beramal dgnnya,jika tdk ilmu tersebut akan menjadi hujjah kpd tuannya pd hari Kiamat.

*Ilmu itu jika tidak memberi manfaat padamu maka akan memberi mudarat padamu.

*2 perkara yg susah sekali utk mengubatinya meninggalkan sifat tamak utk manusia dan mengikhlaskan amal untuk Allah.

Hasan al-Basri:

“Jika seseorang sentiasa membaca al-Quran setiap selesai menunaikan solat Subuh maka ia benyak sedihnya dan sedikit gembiranya;banyak menangisnya sedikit tertawanya,banyak kesibukannya,sedikit waktunya yg kosong.”

Imam Abu Hanifah:

Tidak sekalipun aku shalat kecuali aku doakan utk guruku Hammad dan juga mrk yg pernah mengajarku serta mrk yg pernah aku ajar. (murid-muridnya).

Lukmanul Hakim:

Hai anakku,org yg merasa dirinya hina dan rendah diri dlm beribadat dan taat kpd Allah,maka dia tawadduk kpd Allah,dia akan lebih dekat kpd Allah dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kpd Allah.

make your songs sound BETTER and not just DIFFERENT.

November 17th, 2005 by indraq

It seems many people would like to think that adding overall compression to the final mix would make it sound good. No, adding compression to your mixes will not automatically make your songs sound professional. Only use something if it will make your songs sound BETTER and not just DIFFERENT.

YOU AND THEM

November 16th, 2005 by indraq

Those of you who are young and trying to get in, have respect for those who have come before you. Don’t look at them as dinosaurs because they prefer a Neve and a 2″ to your Oxygen 8 and Pro Tools LE. They’ve been mixing movies, TV shows, records and more for decades. They’ve been doing it for this long because they’re doing something right.

Mark Kilborn
www.markkilborn.com

A Mechanical Analogy

November 14th, 2005 by indraq

A question of philosophy & technique.

A mechanical analogy… to tighten a lug nut you:

a. turn it with a wrench til it won’t turn any more.

b. turn it by hand til it stops, do the final turn with a wrench.

c. carefully tighen it with a torque wrench to mfg’s specifications.

d. quickly tighten with an air hammer & move on.

e. carefully test the bolt for size so you don’t strip the threads, then procede.

f. tighten it halfway, should be good enough to hold it for now.

g. I don’t tighten lug nuts… that’s blue collar work.

h. stand back & analyze the lug nut design, consider a better design.

i. go buy the book ” Lug Nuts for Dummies”

j. step back 20 paces & toss the nut at the lug, hoping random chance will work.

k. place nut on a purple pillow in front of the wheel & ask for mystical assistance.

Adios for now.

Jerry Tubb (JayTea)
Austin, Texas
http://www.terranovamastering.com